Session 2 - Bab 9

1243 Words

“S--Syfa? Sudah pulang?” tukasnya tergagap. Aku bersedekap dan memandanganya dengan mata menantang. Kesal, sedih, benci bercampur baur menjadi satu di dalam sini. Andai belum malam, ingin rasanya aku meneriakinya hingga rasa muak yang menumpuk ini lekas pergi. “Iya.” Aku menjawab singkat. Kulirik wajah Ibu, tampak dia tengah termenung. Awas saja kalau dia kasihan sama laki-laki pengecut itu. Bapak, memasang wajah sendu. Dia menatapku lalu bicara dengan lembut, “Duduklah, Fa … Bapak mau bicara.” “Eh, kenapa Bapak nyuruh-nyuruh aku duduk? Ini bukan rumah Bapak.” Aku menjawab santai sambil berlalu menuju meja tivi. Lekas kuletakkan tas yang berisi pakaian gantiku siang tadi. Bapak menghela napas kasar. Wajahnya tampak muram. Ck, aku melirik ke arah Ibu yang tampak sudah menguap berul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD