BAB 25

1165 Words

Nafla merasakan elusan lembut di tangannya sebelum suara berat nan sayup-sayup terdengar memanggilnya. "Sayang, bangun... Kita subuh." Mengerjapkan matanya berulang kali, Nafla melihat Asgaf yang terlihat tampan telah mengenakan baju koko dan tersenyum padanya. Padahal, sejak semalam Nafla telah berpikir akan ditinggalkan namun suaminya justru tidak mengatakan apapun setelah ia menceritakan segalanya. Asgaf hanya menyuruhnya untuk beristirahat dan tidur. "Lihat, mata kamu bengkak!" gumamnya sambil mengelus kelopak mata Nafla yang memang membengkak. "Ini akibat kamu terlalu memikirkan hal negatif." Nafla bangkit dan duduk di pinggiran ranjang saat Asgaf menggeser tubuhnya agar istrinya bisa bergerak leluasa. Ia menatap suaminya sayu. "Aku ikhlas kok kalau misal Mas-" "Na, kenapa kamu n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD