"Sudahlah. Aku tak akan iri padamu," ucap Jane kemudian sambil memberikan kembali kertas itu pada Delian. Kini Delian kembali memegang kertas itu. Pasti surat ini dibuat oleh bos galak itu, batin Delian. Delian menyimpan kembali kertas itu ke dalam amplopnya dan ia memasukkannya ke dalam tas miliknya. Akhirnya aku tak perlu memberikan alasan apapun pada Jane saat nanti siang aku pergi, batin Delian. Delian kini duduk dengan Jane, siap untuk bekerja menyambut tamu hotel. Sementara itu di ruang Kenan. Kenan yang sedang duduk di kursi kerjanya sedang merindukan Fransisca. Kenan mengabaikan pekerjaannya yang banyak dan lebih memilih mengenang memorinya bersama tunangannya itu. Kenan mengingat saat makan malam bersama Fransisca, jalan berdua dengan tunangannya itu. Dan jika Fransisca p

