24. Rise of The Light and Darkness

3006 Words

Sinar dari matahari menembus celah-celah dedaunan, mengharuskan Windy Springfield mendongak untuk sekedar mematiskan bahwa pagi sudah menyapanya. Ia sedang berjalan tergesa-gesa menuruni gunung, bersama Gin dan Lizzy di belakangnya―mengekor seperti anak ayam. Wajahnya tak terlihat sumringah, meskipun obat untuk Alice sudah ada di tangannya. Dadanya pun bergemuruh, bukan karena ia terlalu cepat berjalan sehingga jantungnya berpacu lebih cepat, melainkan karena ia sedang mengkhawatirkan seseorang yang berada di rumah kecilnya. Sudah dua hari ia berada di gunung, itu artinya, selama dua hari pulalah dia meninggalkan Gekko begitu saja―yang sepertinya sedang kritis―tanpa pengawasan. "Kita langsung ke rumah Luna." Nadanya memerintah saat ini. Lizzy dan Gin mengangguk mengiyakan. Mereka pikir,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD