“Yuuchan~” Teriak Hiro saat kami baru saja tiba di rumah. Adikku semata wayang itu langsung berlari ke arah kami dan langsung memeluk anak gadisku yang masih menggunakan seragamnya dan ransel yang juga masih menempel di punggung mungilnya. “Kau tidak mengajar lagi?” tanyaku penasaran. Namun, anak itu malah cengengesan seperti orang bodoh. Jadi, kutarik ujung telinganya lembut dan sukses membuatnya merengek tidak suka. “Aniki~ aku baru selesai.” “Selesai? Biasanya kau baru selesai sore nanti, kan?” ingatku kalau dia selalu pulang di atas pukul delapan malam. Tapi lihat dia hari ini, dia pulang sangat cepat, bahkan wajahnya sangat sumringah seperti tidak ada hal berat yang dialaminya hari ini. “Hari ini kelas berakhir lebih awal, profesor bilang kalau dia akan merayakan ulang tahunnya m

