Setibanya di rumah sakit, aku langsung membawa Sousuke ke UGD. Di sana, beberapa perawat langsung memeriksa tensinya, irama napasnya, kemudian langsung memasangkan selang infus untuknya tanpa permisi. Tapi apa pun itu, kurasa memang itu lah yang terbaik untuknya sekarang. Saat semua suster dan dokter UGD disibukan oleh Sousuke. Yuuki menarik-narik ujung celanaku, sambil menangis. Entah sejak kapan anak itu melakukan ini, hingga akhirnya aku me memilih menarik anak gadisku itu ke dalam gendongan. "Papa ... Papa ... hiks ... Maachan ...," Tangis Yuuki semakin pecah saat anak itu sudah ada dalam gendonganku. Sambil menghela napas panjang, aku menyeka air matanya sambil mencoba tersenyum, meski sebenarnya perasaanku saat ini juga entah seperti apa. "Tidak apa-apa ... kita sudah bawa Maach

