“Sebaiknya kau pulang.” Ujar senior di kontrolir CCTV itu padaku. Kulihat jam di tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi, dan aku sama sekali belum pulang ke rumah. Aku memang sempat pergi ke parkiran tadi, hanya saja aku kembali lagi ke dalam gedung karena penasaran. Dan sekarang, aku masih terus berada di tempat ini meski kukatakan kalau aku akan pulang sebelum Yuuki dan bibinya pulang ke rumah. Karena rasa penasaranku, aku masih duduk di sini, memandangi belasan layar monitor, baik itu yang kecil mau pun yang besar hanya untuk memastikan bahwa mereka sudah menemukan ke mana perginya Omega bodoh itu. Hanya saja, berjam-jam aku di sini sama sekali belum menemukan apa pun. Rekaman CCTV yang terkumpul juga belum bisa benar-benar memberikan petunjuk tentang ke arah mana mobil itu

