Naysila menutup panggilan dari Sahila, kemudian tersenyum. Ia yang sudah bangkit dari duduknya dan berniat keluar dari ruangan meeting, kembali mendudukkan dirinya. Rasanya, ia begitu bahagia ketika Sahila mau menerima tawaran menjadi asistennya. Naysila kembali mengutak-atik ponselnya, kemudian ia menelepon seseorang. “Siapkan semuanya untukku. Aku akan mengirim detailnya semua padamu. Jangan ada yang terlewat, berikan juga rancangan pakaian-pakaian terbaik dari butik langgananku!’ kata Naysila pada orang-orangnya. Setelah mengatakan itu, Naysila pun bangkit kembali dari duduknya. Lalu setelah itu, ia keluar dari ruangan meeting dan menuju ruangan kakaknya. “Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” Tanya Atar saat melihat Naysila masuk sambil tersenyum penuh arti. Naysila menggeleng, kemudi

