Tawaran Menginap

1138 Words

Malam itu, jalanan menuju rumah Alina terasa begitu sepi. Hanya suara gemerisik angin yang sesekali terdengar mengiringi perjalanan mereka. Alina duduk di kursi penumpang, sementara Elenio mengemudi dengan konsentrasi yang perlahan-lahan mulai berkurang. Mereka berbincang ringan sepanjang perjalanan, membahas topik-topik sederhana yang membuat suasana terasa nyaman. “Jadi, perkebunan Chester sudah dikelola keluargamu selama berapa lama?” tanya Elenio, berusaha mengusir rasa kantuk yang perlahan menyerangnya. “Sejak kakekku masih muda,” jawab Alina sambil tersenyum. “Dulu hanya ladang kecil, tapi sekarang sudah berkembang cukup besar. Ayah dan ibuku masih sering turun langsung ke lapangan. Aku hanya membantu mengelola sebagian administrasinya.” Elenio tersenyum tipis. “Aku kagu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD