"Bolehkah aku membuatkanmu sarapan?" Elenio terlihat menaikkan satu alisnya. "Kau mau memasak? Sudah ada chef di mansion ini.” Alara mengangguk. “Aku tak ingin diam saja di sini. Aku terbiasa bergerak di rumah.” “Tapi kau masih terluka, Lara. Sebaiknya kau istirahat dulu.” “Tidak, aku tetap dibantu pegawaimu di sini. Aku hanya ingin sedikit membantu.” Elenio terdiam sejenak, lalu mengangguk. “Baiklah, kalau begitu, aku akan mandi lalu ke ruang makan setelah itu.” Alara mengangguk dan tersenyum, lalu berjalan ke dapur setelah bertanya arah pada beberapa pelayan. Mansion itu begitu besar, dan setiap ruangan terasa seperti sebuah labirin baginya. Ketika dia tiba di dapur, dia mendapati semuanya serba modern dan lengkap—sesuatu yang jauh dari dapur sederhana di rumah keluarganya.

