Adrian yang baru saja memarahi Elise pun melangkah dengan cepat meninggalkan gedung tahanan yang letaknya di belakang mansion Frost. Suasana hening menyelimuti sepanjang jalannya. Tidak ada yang berani menyapa, meskipun hanya sekadar mengucapkan ‘selamat pagi’. Wajahnya yang masam menakutkan siapa saja yang melihatnya. Saat ia hampir saja mencapai ambang pintu garasi, ajudan yang berjaga di pos depan memberitahunya bahwa Dominic telah datang untuk bertemu. Wajah yang aslinya sudah masam itu bertambah masam saat mendengarkan nama Dominic yang meniti di bibir ajudannya. “Mau apa dia bertemu denganku?” tanya Adrian dengan nada tegas. “Dia tidak memberitahukan apa tujuannya, Tuan, hanya menyatakan jika dia datang bersama satu kabar penting.” “Dion! Siapkan mobil!” perintah Adrian yang kem

