Dokter Devan memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar sana. Rencananya ia akan kembali ke Jakarta besok pagi mengingat ia harus bekerja lagi mengambil jatah malam hari. Sedikit rasa lega berada di benaknya. Bella mau memberinya kesempatan untuk menerimanya. Namun, dia juga tidak mau bergantung pada ucapan Bella tadi. Pasalnya ia bisa melihat jika Bella masih ragu untuk menerimanya. Tak berselang lama kemudian. Sang ibu menelpon, dia mengkhawatirkan putranya. "Bagaimana? Bella mau pulang?" "Dia tidak bilang mau pulang, Bu. Tapi dia sudah sedikit memberi harapan padaku," jawab Dokter Devan. "Baiklah, Ibu sangat khawatir padanya. Titip salam pada Bella." Setelah telpon terputus, Dokter Devan memandangi foto Bella. Dia sengaja memfoto Bella secara diam-diam. Dokter Devan baru p

