"Saya mungkin tidak tahu malu yang hanya bisa menunggu istri orang lain. Namun, bukankah pernikahan kalian tidak harmonis? Apa saya salah jika berharap lebih padamu?" Sorot mata Dokter Devan tidak main-main sampai membuat Bella seakan kikuk. "Tapi saya.." "Saya hanya ingin menjadi ayahnya si kembar walau bukan ayah sahnya. Saya ingin menjaganya dengan baik. Apa tidak boleh?" Dokter Devan mengeluarkan sebuah cincin. Dia memakaikan cincin itu pada jemari tangan Bella. Bella menarik tangannya, ia benar-benar tidak bisa berkata-kata tentang Dokter Devan yang semakin hari semakin mendekatinya dengan intens. Bukan apa-apa, Bella masih menjadi istri Aslan bahkan hamil besar. Apakah pantas jika Dokter Devan seperti itu? "Dokter, ini terlalu berlebihan. Saya tidak bisa menerimanya." Bella melep

