Alisa ternganga saat melihat mansion milik Saga, benar-benar megah dan besar, pantas saja Bella betah tinggal bersama ayahnya. Mereka masuk ke dalam dan disambut oleh beberapa pelayan lalu barang-barang mereka dibawakan oleh pelayan. “Antarkan mereka ke kamarnya masing-masing! Dan kau Alisa, ikutlah denganku!” Saga menatap Alisa yang bersembunyi di belakang Aslan., “Alisa, ikutlah Saga! Demi putrimu,” ucap Aslan. Saga menarik tangan Alisa dan segera membawanya ke kamarnya, Alisa sangat takjub dengan kamar pria itu. Sangat besar dengan berbagai perabot yang tentunya mahal. Saga melepas mantelnya dan menatap Alisa. “Kita harus menikah.” “Apa? Tidak. “ Saga menatapnya dengan sorot mata yang menyeramkan membuat Alisa bergidik ngeri. Tak dapat dipungkiri jika Saga adalah

