"Kenapa diam saja? Jadi memang benar jika kamu merekayasa semuanya? Apa maumu? Kenapa kamu sangat jahat?" tanya Aslan. Kanya mendadak terjatuh ke lantai, tubuhnya bergetar hebat tatkala sang suami sudah mengetahui semuanya. Apa Aslan juga tahu jika waktu itu Kanya mencoba membunuh Alisa? Aslan menatapnya dengan sinis, tak ada rasa kasian sama sekali dengan Kanya. Aslan mendekatinya dan berjongkok di depan Kanya. "Jangan berpura-pura! Jangan sok bersikap lemah di depanku!" Tiba-tiba pintu terbuka yang ternyata Dinda. Dinda dan Dani akan berangkat ke Semarang besok karena hari ini tiket pesawat sudah penuh. Dinda menatap sang Papa dengan tajam. Rasa kesal menghampirinya. "Sudah puas menghancurkan keluarga ini? Papa egois, Papa tidak sadar diri. Ayo, Mah! Jangan lemah di depan Papa." Din

