44 Senjata Makan Tuan

1126 Words

Setelah kepergian Karina, sikap Evan yang sebelumnya akrab cenderung mesra kepada Lisa, tiba-tiba berubah menjadi dingin, seperti yang biasa dia tunjukkan kepada Lisa. Dia meletakkan dokumen yang dipegangnya dan mengetuk jendela mobilnya yang setengah terbuka. "Aku tidak ada waktu untuk membicarakan tentang kerjasama bisnis. Bicaralah dengan asistenku!" Nada suara Evan sangat dalam dan dingin. Lisa tertegun sejenak. Kemudian dia mengerti bahwa Evan sedang memperingatkannya. Dia buru-buru berkata. "Tentu saja, baiklah. Aku akan menghubungi asistenmu." Evan mengerucutkan bibirnya dan kembali ke dalam mobil untuk menyalakan mobil. "Sampai ketemu lagi, Evan." Lisa tidak marah dengan sikap dingin Evan. Dia sudah terbiasa dengan sikap arogan Evan kepadanya. Dia cuma berharap, suatu hari si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD