Wajah cantik dan imut Jinny dipenuhi dengan tekad. "Saya ingin membantu kakak membayar kembali ganti rugi mobil itu!" Karina mengguncang celengan keramik itu. Koin-koin di dalamnya berderak berisik. Ini adalah uang kembalian yang tersisa dari membeli bahan makanan. Dia berani bertaruh bahwa jumlahnya kurang dari sepuluh ribu. Bahkan harga celengan itu lebih mahal dari isinya. "Jinny sangat baik. Ibu sangat tersentuh, jadi ibu memutuskan untuk terus bekerja besok, untuk membayar ganti rugi itu. Simpan celengan Jinny dan bantu ibu lain kali, ya?" Karina dengan hati-hati menyerahkannya kembali kepada Jinny. "Baiklah, Ibu. Di masa depan, jika ibu tidak punya uang, mintalah pada Jinny! Jinny ingin mendukung keluarga!" Karina tersenyum ke arah Jinny. "Ibu, apakah kamu harus membayar banyak

