20 Kekejaman Evan

1043 Words

Tapi Rosa langsung terdiam karena bentakan Evan. Karina merasa bersalah. Dia tidak sengaja menerobos masuk. Dia hanya menguping karena penasaran dan tidak sadar kalau pintu kamar tidak terkunci. "Kepala pelayan Dono meminta saya untuk mengantarkan air minum untuk tuan muda. Saat saya mengetuk pintu dan mendorong, ternyata pintu tidak terkunci. Saya tidak sengaja masuk ke dalam." Karina membela dirinya. Kepala pelayan bertanya pada Evan. "Tuan Muda, siapa di antara mereka yang membuatmu marah?" Evan membuka tirai untuk membiarkan cahaya dari lampu-lampu di taman masuk ke kamar ini. Dia menatap dingin segelas jus di atas meja. "Kirimkan jus itu untuk diuji. Saya ingin segera tahu hasilnya. Kalau ada obat perangsang di dalamnya maka seseorang harus bertanggungjawab, " katanya dingin t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD