Evan masuk ke dalam restoran. Dia mencari ke arah kanan. Tetapi dia tidak melihat rekannya yang hendak mengadakan pertemuan dengannya. Saat dia menoleh ke arah kiri, dia melihat temannya ada di situ dan sedang memanggil-manggil dirinya. Dia pun menyuruh pengawal-pengawalnya untuk menunggu di meja yang lain, sementara dia sendiri yang mendekati teman bisnisnya itu. Sebelum dia bicara, teman bisnisnya itu yang bernama Rafli, sudah menaruh telunjuk tangannya di bibirnya, tanda dia jangan dulu bersuara. Evan mengangkat bahunya. Sekalipun tidak biasanya Rafli bersikap begitu, tapi dia ikuti maunya Rafli ini. Dia pun mengikuti keinginan Rafli yang ingin dia duduk di sampingnya. Rafli berbisik kepadanya. "Maafkan aku, CEO Evan. Maafkan aku yang bertingkah seperti ini. Itu karena aku sed

