Ting nong! Jeri dengan cepat menarik Kana agar berdiri. Keduanya langsung panik dan buru-buru mengambil tisu untuk membersihkan cairan mereka. Kana langsung melesat ke kamar mandi untuk menggosok gigi selagi Jeri membukakan pintu. Untung udah keluar, batin Jeri setengah bersyukur. “Selamat pagi, sobat kobamku!” Seru Gama disana dengan semangat menyapa Jeri yang dibalas tatapan datar sambil bergumam. “Ganggu ae lo, bangke.” Jeri mempersilahkan Gama dan Juli masuk. Tapi namanya juga sahabat dekat, bukanya langsung duduk sopan di ruang tamu, pasangan iblis itu malah langsung nyelonong ke ruang tengah. Juli masuk ke dapur dan meletakkan makanan disana. Mungkin makanan ringan untuk Kana. “Eh, Gam, gue kagak jadi ke pasar hewan. Titipan bini lo gak jadi gue beliin.” Ujar Juli dari dapur. “

