Kayla tersenyum getir saat mengingat kejadian apa yang baru saja terjadi. "Ini yang kau maksud selalu mencintaiku, Adrian?" gumam Kayla dengan tawa hambarnya. Kayla mengelus lengannya karna ini sudah menunjukkan pukul delapan malam, udara kota Bandung pun sudah dingin. "Apakah kau mengejarku? tidak kan. lalu omong kosong apa tentang kau peduli padaku." Sembari mengusap air matanya dan menertawakan hidupnya, Kayla merogoh handphone di tasnya dan segera menelepon Mas Abbi untuk menjemputnya. "Mas, ada dimana? tolong jemput Kay," ucap Kay lirih dalam telepon kemudian tanpa menunggu jawaban dari Abbi, Kayla sudah mematikan teleponnya terlebih dahulu, kemudian mengirimkan lokasinya untuk Abbi. "Kamu jangan kemana-mana, mas kesana sekarang," balas Abbi dalam chatnya. Kayla duduk di se
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


