Sampai kapan pun saya gak akan melepaskan mu
-Raihan
"tapi perasaan cinta mas sudah hilang ke Hani dan mas sudah mulai cinta dengan kamu nai" jelas Raihan dengan menggenggam tangan Naila sampai di depan kampus sebelum Naila turun dari mobilnya dia mencium tangan suaminya tidak ada perkataan lagi dia langsung turun dari mobil suaminya. Di jam pelajaran Raihan dia masuk ke kelas Naila dia melihat istrinya sedang melamun mungkin masih memikirkan masalah tadi
"Nai" panggil Tasya yang duduk disebelahnya sambil menyenggol bahu Naila untuk menyadarkannya bahwa didepannya sudah ada dosen tapi dia tetap melamun baru tadi pagi dia memikirkan tentang perkataan kakaknya Sekarang ditambah lagi dengan ucapan Raihan suaminya itu Raihan masih menatap Naila sedangkan Tasya dia merasa ketakutan takut jika sahabatnya itu dimarahi oleh dosennya yah dia beluk tau jika Naila dengan dosennya sudah menikah
"Nai" panggil Tasya sekali lagi dengan mencubit bahu Naila dia baru saja merintih kesakitan karena dicubit oleh sahabatnya
"Awhhh lu kenapa sih cubit gw sih" Naila memarahi sahabatnya karena dia telah mencubit dirinya
"Liat depan deh mangkanya jangan melamun mulu" Naila pun melihat ke depan Raihan dari tadi melihatkan Naila melamun Naila malu dilihatin suaminya dia takut dimarahinya
"Naila pulang kuliah ke ruangan saya nanti" tegas Raihan kemudian melanjutkan ngajarnya
"Ok pelajaran hari ini kita selesai jangan lupa dikerjakan tugas yang saya beri tadi terima kasih assalamu'alaikum" salam Raihan berjalan arah keluar kelas Naila
"Wa'alaikumussalam" jawab salam mahasiswanya
"Tadi kenapa lu gak bilang kalo didepan gw udah ada pak Raihan" omel gw pada sahabat yang disebelahnya
"Tadi udah gw bilangin tapi tetap aja lu ngelamun emang lu lagi mikirin apa sih" tanya
Tasya yang sedikit kepo dengan masalah sahabatnya
"Gak kok gw lagi gak mikirin apa-apa cuma lagi gak mood aja"
"Udah deh lu cerita aja sama gw jangan ada yang ditutup-tutupin lu itu anggap gw apa sih selain sahabat gw gak mau sahabat gw kalo ada masalah gak cerita sama gw rasanya gw gak punya sahabat tahu" Tasya hanya mencibirkan bibirnya dia merasa tidak dihargai oleh sahabatnya dia gak mau jika sahabatnya itu memendam permasalahannya sendiri
"Maaf nanti pulang kuliah gw ke kost-an lu buat cerita soal ini"
"Janji yah awas kalo kabur lagi lu"
"Apa sih emang gw suka kabur apa nanti lu anterin gw ke ruangan pak Raihan dulu" lalu Tasya mengangguk kemudian setelah pelajaran selesai waktunya pulang hari ini tapi sebelumnya mereka berdua pergi ke ruangan Raihan dulu untuk menemuinya
"Assalamu'alaikum" salam mereka berdua
"Wa'alaikumussalam" jawab salam Raihan yang sedang mengetik laptopnya Naila dan
Tasya pun duduk didepan meja Raihan
"Ada apa suruh saya ke sini" datar Naila dengan menatap Raihan yang tersenyum
"Tadi kenapa kamu melamun" tanya Raihan yang bingung soal tadi Naila yang melamun
"Gak pak mungkin saya lagi ada masalah keluarga aja" jawab Naila dengan santuyy
"Eh emang lu udah punya keluarga yah" tasya bingung dengan omongan Naila itu
"Dia memang sudah punya keluarga suaminya pun sudah ada didepan mata" kata
Raihan dengan tersenyum Naila menatap tajam Kepada suaminya
"Nai maksud yang dibilang pak Raihan itu apa masa iya lu menikah Sama kakak ipar lu sendiri lu hianatin kakak lu sendiri nai gw gak nyangka Sama lu nai" ucap Tasya
"Istri saya yang menyuruh saya untuk menikahi Naila" jelas Raihan sedangkan Naila hanya diam saja dia bingung harus jawab apa lagi lebih baik dia diam saja
"Nai gw kecewa sama lu gw sahabat lu nai kenapa gak cerita sama gw sih" omel Tasya kemudian dia beranjak dari duduknya tapi dicegah oleh Naila dengan memegang tangannya
"Sya tunggu dulu nanti di kost-an lu baru gw ceritain semuanya tapi tolong kali ini percaya sama gw" Naila tidak sanggup jika harus kehilangan sahabat yang satu ini lalu Tasya pun kembali duduk ditempatnya
"Ada apa bapak manggil saya ke sini"
"Panggil mas sayang gak boleh loh manggil suami kaya gitu" goda Raihan dengan sedikit mencubit pipi Naila tapi dia menghindari nya
"Gak usah macam-macam" Naila menepis tangan Raihan yang ada di pipinya
"Masa macam-macam Sama istri sendiri gak boleh sih" rayu Raihan dengan tertawa melihat tingkah laku istrinya
"Kalo gak ada yang perlu dibicarakan lagi saya permisi" baru saj Naila beranjak dari duduknya Raihan langsung mencegahnya dengan menggenggam tangannya
"Tunggu dong jangan marah sayang" Naila pun duduk kembali ke tempat tadi
"Yaudah buruan mau bicara apa lagi" tanya Naila
"Nanti dirumah kita bicarakan sama kakak kamu juga soal perasaan saya, saya ingin jujur kepada hani"
"Bapak gila yah bapak mau hianatin kakak saya kakak saya itu cinta sama bapak kenapa hianatin ya" marah Naila sahabatnya pun bingung dengan ucapan Naila
"Tapi nai saya sudah gak cinta sama kakak kamu tapi saya cintanya sama kamu" Raihan menggenggam tangan Naila
"Bapak gak ingat perjanjian pernikahan kita bapak menikahi saya itu karena anak pak bukan cinta perjanjian kita gak boleh ada kata cinta" jelas Naila dengan melepaskan genggaman dari tangan Raihan
"Saya bisa merubahnya saya bakal bilang itu ke kakak kamu" kata Raihan
"Gak usah kalo sampai bapak bilang itu ke kakak saya bapak tau apa akibatnya" ancam Naila
"Emang apa akibatnya" tanya Raihan dengan mengerutkan keningnya
"Saya bakal minta cerai"
"Sampai kapan pun saya tetap gak akan ceraikan kamu" jelas Raihan
"Seterah bapak saya izin ke kost-an Tasya mau main bosen dirumah mulu" izin Naila kepada suaminya kemudian pamit untuk ke kost-an Tasya sebelum itu mencium tangan suaminya terlebih dahulu
"Jangan lupa makan pak permisi assalamu'alaikum" salam Naila kemudian beranjak keluar ruangan Raihan
"Wa'alaikumussalam" jawab salam Raihan dia bingung harus pilih yang mana disisi lain dia gak mau hianatin Hani sedangkan disisi lain dia gak mau kehilangan Naila karena dia mencintainya
Tiba dirumah Tasya kami berdua masuk ke dalam dan dipersilahkan duduk oleh Tasya diruang tamu Naila menceritakan semua kejadian yang menimpa dia
"Apa? Jadi lu udah nikah sama pak Raihan" Tasya syok mendengar Naila sudah menikah dengan dosennya
"Iya"
"Kenapa lu gak ngundang gw sebenernya lu anggap gw apa sih sampe-sampe gak ngundang gw" omel Tasya
"Maaf gw cuma ngundang keluarga dekat aja kok soalnya gw gak mau semaunya pada tau apa lagi orang kampus" lirih Naila
"Ok, Gw mau tanya sama lu apa lu juga suka sama pak Raihan" tanya Tasya untuk membantu permasalahan sahabatnya itu