Pertanyaan Leonard masih bergaung di kepalaku. Apakah aku mencintai Pedro? Aku sendiri bahkan tidak tahu jawabannya. Aku mungkin memiliki rasa sayang pada Pedro karena dia pun sangat penyayang dan perhatian padaku. Namun apakah itu adalah bentuk cinta? Sungguh aku tak mampu menjawab. Aku merasa lega karena Leonard tak memaksa agar aku menjawab pertanyaannya. Lagi pula itu bukan urusannya, bukan? Karena pertanyaan itu suasana di antara kami menjadi kaku kembali. Seusai makan, kami langsung kembali ke hotel, tak berniat menyusuri kota Roma malam itu. Setibanya di hotel, aku langsung berjalan ke kamar tanpa melepas high heels. Dari ekor mata, kulihat Leonard mengikutiku. Kupikir dia ingin ke kamar mandi, tetapi ketika aku melangkah ke sudut kamar, Leonard pun melakukan hal yang sama. Aku m

