Suara Adzan subuh mulai terdengar. Dini mulai bangkit dari tidurnya. Dan mulai merapihkan kamarnya. Yang kacau persis kapal pecah. Buku gambar, spidol, kertas, pulpen warna, spidol warna, pinsil, rautan, tissu, penggaris dan tas amburadul semua. Kemudian, dia beres-beres dan membantu ibunya karena ini hari libur kuliah.
Dia bahagia karena bisa ngibulin adiknya seharian dan nyubit-nyubit pipinya. Sa’at pukul 14.30, ada tamu yang tidak diundang. “Assalamu’alaikum ...” suara salam berkoar ramai, karena tamu yang datang lumayan banyak. Ada lima perempuan dan lima laki-laki.
Ibunya langsung membukakan pintu rumahnya. Pas dilihat tamunya laki-laki. Ibu hampir saja berniat membohongi mereka. Kalau anak gadisnya tidak ada dirumah.
Namun, tiba-tiba suara sapa Susan menghapus niat buruk ibunya. Ibu pun memerintah Dini untuk menjamu teman-temannya diluar. Karena ruang tamu digunakan khusus untuk tamu penting saja kata ibu. Seperti pak polisi lalu lintas, tentara, pak dosen atau sejenisnya yang memiliki gelar. Dini buru-buru memakai jilbabnya lalu menemui teman-temannya.
“Hay ...” sambut laki-laki yang tadi malam menari-nari gentayangan di otaknya. “Kaa ... kaa ... kamu !!!” sambil nunjuk kearah laki-laki yang dimaksud. Sambil menahan rasa kaget dicampur bahagia.
Dini sangat merasa terkejut, melihat kedatangan mereka. Mereka adalah teman-teman SMP nya. Kelima perempuan itu adalah anggota genk Intip band. Dulu waktu SMP. Dini membentuk grup band itu untuk acara perpisahan sekolah. Dan kelima laki-laki itu adalah anggota crazy boy band. Mereka semua adalah teman sekelas Dini waktu masih SMP dulu.
Sudah tiga tahun lebih mereka tidak jumpa. Tidak perna reuni dan menghilang begitu saja setelah perpisahan sekoalh. Karena memang dulu mereka belum memiliki HP untuk komunikasi. Dia merasa seperti mimpi. Bisa melihat pemuda lope itu hadir di hadapannya. Kalau saja dia tidak bisa menahan emosi. Pasti dia sudah loncat-loncat girang.
Jelas!!! Tiga tahun tidak berjumpa, pasti bahagia sa’at jumpa kembali.
Ibunya pura-pura ngasih minum. Padahal dalam batinnya dia khawatir jika anak gadisnya berdekatan dengan lawan jenis.
“Makasih bu...” pemuda lope basa-basi lantaran ngarep barter anak gadisnya.
Dini dan teman-teman berdongeng ria. Bernostalgia dan tertawa bahagia. Namun ibunya selalu mengganggu, karena tiap lima menit, ibunya pasti menghampiri para remaja itu. Ibu boalk-balik khawatir !!!
Minggu lalu juga anak gadisnya pernah diajak kencan sama anak tetangga. Tapi ibunya langsung nolak ajakan dengan dalih “Dininya mau pergi nemenin ibu kondangan, ajak perempuan lain aja ya nak !!!”
Selain itu, ibunya suka mensugestikan anak gadisnya kalau pegangan tangan sama lawan jenis bisa hamil. Ibunya yang over perhatian, memang tidak rela menyaksikan anak gadisnya mengenal cinta, apalagi pacaran. “Kamu masih kecil, jangan pacaran dulu !!!” interupnya.
Selama dua puluh menit, dipotong gangguan, Dini melepas kerinduan. Memandang pemuda lope penuh rasa dag-dig-der ! tidak salah jika dia pilih gebetan, buktinya pemuda lope tambah kinclong sekarang. Duh!!! Beda banget jadinya. Mereka tukeran nomor HP terus mereka semua pamit pulang keasalnya masing-masing.
Sa’at Dini melangkah masuk ke dalam rumah. Ibunya langsung berdakwah. “Inget ! jangan cinta-cintaan dulu, nanti kalau sudah waktunya juga ibu pasti ijinin kok.”
“Ia bu ... Dini paham kok,” jawabnya sedikit geram, tadinya dia pikir setelah lepas dari seragam putih abu-abu. Dan sekolah pakai baju bebas alias kuliah, ibunya bakalan ngasih surat SK boleh pacaran. Tapi dugaannya melancong jauh. Salah besar!!! Dini masih tetap belum boleh pacaran.
Di kamarnya, Dini mulai senyum-senyum sendiri bagaikan wong edan anyar. Pikirnya, pemuda lope dapet point sembilan untuk ketampanannya. Dia jadi ketagihan ngeluh ke Tuhan-nya, agar bisa dipertemukan lagi dengan gebetannya. Dan selalu berdoa agar mereka berjodoh. Dia selalu berharap semoga pemuda lope punya rasa yang sama. Aamiin.
***
Senin pun tiba. Dini harus berangkat ke kampus lagi. Penyakit demam cintanya masih mendarah daging. Pas sudah sampai kampus Mawar heboh sedang menggosip tentang gebetan barunya.
“Ada apa sih ?” tanya Dini penasaran.
“Your friend punya pacar baru lagi sweety,” si Nia menjawab dengan ciri khasnya yang merusak Bahasa negara. Sementara Rahma si gendut manja lagi asiik nelen-nelen permen lolipopnya.
Rupanya, Mawar si gadis penggoda lawan jenis, punya mangsa panas. Di kontrakan samping kosan Mawar ada penghuni baru. Jelas! Cowok keren yang hobinya fitnes. Dini jadi penasaran. Akhirnya pas waktu istirahat mereka berlima mengunjungi area dekat penghuni baru itu.
Mawar yang langsung menangkap roh-roh gebetannya langsung masang aksi. “Kamyu kejar akyu yah, beby !” komando Mawar pada Rahma yang hobi makan itu.
Mereka berdua kejar-kejaran bak tom and jerry. Tiba-tiba, Mawar nabrak penghuni baru itu. Braaakkk!!! “Sorry, akyu seeeeengaja, hehe hehe hehe,” dengan genit Mawar mengatakannya. Mujurnya, gebetannya langsung merespon positif. Aksi-pun sukses, mereka kenalan, tukeran nomor HP dan pandang-pandangan.
Tidak munafik, Dini pikir gebetan Mawar si pemilik kamar kos memang keren. Tapi, tetap baginya pemuda lope yang paling keren. Pemuda lope dapet point sembilan. Sementara gebetan Mawar hanya sekitar point tujuh saja.
Satu, dua, dan tiga hari Mawar dan Gebetannya akrab. Sampe makan baso bareng, makan rujak kangkung bareng dan minum es cendol segelas berdua. Saking kere nya ! bukan romantis.
Sampai suatu hari, Mawar mampir ke kontrakan si penghuni baru. Tapi disitu malah shock abis-abisan. Gara-gara ada dua bocah cilik yang memanggil gebetannya, PAPAH !!!
Akhirnya, cowok keren yang jujur itu mendongeng. Dia mengakui bahwa dua bocah cilik itu adalah anak kandungnya dari buah cinta mantan istrinya.
Mawar mendadak mandi kringet dan bergidik ngeri . Nelen ludah berkali-kali, karena tahu gebetannya teryata duda beranak dua. Mawar ngibrit kabur dan mulai niat menjauh dari cowok yang dianggapnya keren itu. Teman-temannya tawuran tawa, nyorakin Mawar yang gatel menggoda cowok-cowok lokal. “Maka, janganlah mendekati zinah!” tausiyah Nani masih terus berkelanjutan. Membuat teman-temannya mules dan sebagian terkena virus rematik, kesemutan dan keseleo.
Aku benar-benar selalu tertawa sekarang. Mereka selalu punya cerita konyol. Aku benar-benar merasa tidak sendiri lagi, karena sudah memiliki mereka. Dulu waktu awal masuk SMA. Aku berubah menjadi anak yang tertutup dan sulit bergaul. Tidak punya teman. Dan tidak pernah tertawa seperti sekarang. Perpisahan dengannya justru membuat diriku berubah menjadi pendiam.
Waktu awal masuk SMA. Aku seperti belum bisa move on dari teman-temanku yang dulu. Ya!!! Teman-teman waktu di SMP. Belum bisa move on juga dari cinta pertamaku. Banyak kenangan bersama mereka. Sulit dilupakan. Rasanya seumur hidup aku hanya ingin menjadi siswi SMP dan selalu kumpul bersama mereka. Aku sangat rindu masa-masa itu.
***