Berayun, Affa menggerakkan kakinya untuk terus membuat ayunan yang ia tumpangi Berayun kencang. Membuat wajah mungil berisinya, diterpa oleh angin pagi yang sejuk. Kedua matanya tertutup. Affa terlihat begitu tenang. Berbeda dengan kemarin, di mana Affa mengamuk dan menolak untuk menerima janin berumur delapan belas minggu yang terus tumbuh dalam rahimnya. Tapi, dengan sebuah tamparan dari Guntur. Dan sebuah teriakan yang Guntur tumpahkan padanya, membuat Affa tersadar. Prang Bruk Prang "Affa tenang!!" Guntur mencoba menahan Affa yang tengah melempar barang-barang dan mengamuk tak terkendali. Tapi entah dari mana, Affa memiliki kekuatan yang bisa membuat Guntur kualahan dan terhempas dari posisinya. Affa berbalik dan menatap Guntur dengan kedua mata merah da

