Affa menggigiti kuku ibu jarinya. Dengan selimut yang menyelimuti kakinya, kini ia tengah duduk di atas ranjang di dalam kamar Guntur. Ia tak mau kembali ke kamarnya sendiri, mengingat kejadian tadi siang di toilet sekolah. "Itu bukan cinta. Kamu salah mengartikan cinta. Asal kamu tau. Yang kamu pikir cinta, tak lebih dari sekedar obsesi." Senu terdiam. Menatap Affa dengan begitu dalam. Membuat Affa mendapatkan firasat buruk. "Kaubelum tahu apa yang dimaksud dengan obsesi Affa. Dan aku pastikan. Nanti malam, aku akan menunjukkan apa itu obsesi yang sebenarnya padamu." Ancaman Senu itu sukses membuat Affa paranoid seharian ini. Bahkan Affa hampir melupakan Ghuan, yang kabarnya memang tengah mendapatkan perawatan intensif karena kecelakaan yang ia alami. Affa me

