DANIEL menarik dan membawa ibunya ke balkon menghindari keramaian pesta penjamuan yang masih berlangsung. Daniel tidak bisa terus merasa gelisah karena perkataan ibunya sebelum ini, dan Daniel benar-benar ingin tahu maksud menemukan yang diucapkan Nindya beberapa saat yang lalu. “Ada apa Daniel? Kenapa menarik mama ke sini?” Nindya bertanya dengan alis bertaut heran. Wajah Daniel memelas, ia seolah membutuhkan jawaban dari ibunya. “Ayolah Ma, jangan pura-pura tidak tahu. Aku sangat penasaran sekarang,” mohon Daniel. Tidak ada lagi yang pria itu harapkan saat ini selain penjelasan dari Nindya. Nindya menghela napas, lalu berjalan ke pinggir pagar menghadap pemandangan laut dari jauh. “Mama sudah tahu semuanya Daniel, tentang kebohonganmu, dan juga tentang Kyra.” Tubuh Daniel membeku. Ma

