Kondisi Krystal sudah membaik keesokan harinya. Ia ingin melakukan aktivitasnya seperti biasa. Saat ia terbangun, ia menemukan mantel pria yang menutupi tubuhnya dan berpikir jika semalam Kaizer telah memasuki kamarnya ketika ia tertidur. Padahal ia mengira pria itu tidak akan kembali ke vila setelah menyelesaikan urusannya. Manik mata Krystal mengedar ke sekelilingnya, tetapi tidak terlihat sosok pria itu di kamar tersebut. “Apa dia sudah pergi?” gumamnya seraya memandang mantel di tangannya. “Nyonya, Anda sudah bangun rupanya,” sapa Edith yang baru saja masuk ke dalam kamar majikannya tersebut. Pandangan Krystal beralih kepada Edith. Melihat sinar mentari yang telah naik cukup tinggi, ia pun bertanya, “Sekarang sudah jam berapa? Sepertinya aku sudah telat berangkat kerja ya?” “Sekar

