Lima detik berlalu. Tubuh Ryan masih terpaku di tempat. Bibirnya masih menempel erat di bibir Katrina dan membuat gadis itu merasa gemas. Rasa dahaga ingin memiliki pria itu membuat Katrina sulit untuk menahan diri. Gadis itu pun tersenyum nakal di sela-sela ciumannya. Ia merasa Ryan adalah pria paling polos dan suci yang pernah ditemuinya. ‘Sepertinya terlalu mubazir kalau langsung dimangsa. Aku jadi ingin bermain lebih lama dengannya,’ batin Katrina. Perlahan tapi pasti, bibir Katrina bergerak dengan lembut. Meraup bibir kaku yang masih terpaku syok karena tindakannya. Jakun Ryan bergerak naik turun. Merasakan manis yang menggoda dari bibir yang sedang melumatnya dengan rakus. Ia tersentak ketika gadis itu dengan sengaja menggigit bibirnya dan menyadari bahwa ia hampir saja melakukan

