Part 21

1107 Words

Part 21 "Gak daftar ke rumah makannya bulek lo?" tanya Cantika heran setelah motor berhenti di depan gerbang rumah mewah bernuansa putih yang pernah ia kunjungi beberapa hari yang lalu. Ia tau ni si pemilik rumah paling mewah di antara rumah lain di perumahan ini. "Enggak, ke rumah orangnya aja langsung dan si kembar juga pengen ketemu lo lagi." Malik mengedipkan sebelah matanya setelah itu seorang satpam datang dan membuka pintu gerbang berwarna hitam supaya mereka segera masuk ke dalam. "Terima kasih, Pak." Ucap Malik pada pria paruh baya dan memiliki perut buncit itu tersenyum ramah menatapnya. "Sama-sama, Malik." Satpam itu kembali menutup pintu gerbang dirasa Malik sudah masuk ke dalam area rumah Zena. "Gue jadi gak enak gini." Cantika turun dari motor Malik setelah Malik mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD