Hening sejenak tiba-tiba Luna meneteskan air mata. "Tidak jarang aku juga jadi korban kemarahan Bianca, padahal aku merasa tak punya salah tetapi Bianca selalu saja melakukan kekerasan kepadaku, seperti luka-luka ini," ucapnya sambil mengelus pelan luka lebam dibeberapa lengannya juga dipipinya. "Tadi dia hampir," ucapan Luna terhenti ia mengigit bibir dalamnya mencoba merendam isakan. "Dia buka baju aku hiks dia juga memvidiokanku, aku seperti dilecehkan." "Aku tak kuat dengan semua penderitaan ini selama 2 tahun Bianca selalu membully ku tapi kajadian ini benar-benar membuatku terguncang hiks," Luna menangis mengeluarkan semua kesedihannya. Sedangkan Clara hanya diam saja membiarkan Luna puas menangis. "Maafkan aku yang mempunyai niat bodoh untuk bunuh diri dan makasih kamu sudah men

