Elena membanting sendoknya kasar membuat kedua orangtuanya yang berada didepannya menatap putri semata wayangnya itu bingung. "Kenapa nak?" Tanya mamanya. "Elena gak suka ma, makan gini-gini terus masa lauknya cuma ayam. Elena sekali ingin makan di restoran ma!" ucapnya sambil bersedekah d**a memandang cemberut kedua orangtuanya itu. Sontak mama papanya saling melirik kemudian menghela nafas lelah dia menatap putrinya itu lembut berharap sang putri bisa memahami. "Sayang kita ini keluarga yang pas-pasan, jika makan saja di restoran bagaimana dengan uang sakumu besok, uang sakumu sudah besar Elena." "Jadi mama keberatan memberikan uang saku kepadaku," ucap Elena semakin berani. "Bukan begitu sayang maksud kami agar kita bisa lebih berhemat bersyukur kita masih bisa makan enak sekarang."

