Part 84

1817 Words

Nayla menggandeng tangan Bian erat, menjaga jarak dari Maya. Tatapan mantan madunya itu membuat ia enggan mendekat. Setelah jenazah Aqny di kebumikan, Nayla, Oma, dan Bian segera pulang tanpa berpamitan kepada Maya. Mendekati wanita itu saat ini, bukanlah pilihan yang tepat, apalagi tidak ada orang yang bisa menjaga keselamatan mereka kalau tiba-tiba Maya berulah. “Nay, sebaiknya kamu dan Bian ikut ibu sementara waktu. Ibu khawatir sama kamu dan Bian di rumah itu. feeling ibu tidak enak.” Ujar ibu sebelum menaiki mobilnya. “Tidak usah bu, Nay dan Bian akan baik-baik saja, insa Allah. Lagi pula, papa dan mama sudah datang dari kampung.” Sahut Nayla sedikit membungkuk menolak permintaan ibu dengan halus. “Papa dan mama kamu sekarang ada di rumah?” “Iya, bu. mereka ingin melihat keadaan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD