Part 73

2029 Words

Mata Maya membulat mendengar Arman memanggil ibu kakak kebanggaannya itu ibu. Kenapa? Ada apa ini? Ditatapnya wanita paruh baya di depannya dengan kening berkerut. Tapi persetan, siapa yang peduli padanya. “Mas Arman!” teriak Maya mengejar. Arman tidak menggubris panggilan Maya, ia mempercepat langkahnya menuju mobil. “Jalan!” ujar Arman pada sopir yang sudah menunggu. “Mas Arman! Aku ingin bertemu Aqny!” teriak Maya menggedor pintu kaca mobil. Tapi percuma, Arman tidak peduli dengan rengekannya. Mobil hitam itu segera melaju meninggalkan rumah Widi. “Sudahlah, May! Arman tidak akan mau mendengarkan kamu. Biarkan saja Aqny bersamanya, Aqny akan baik-baik saja tinggal dengan papanya.” Ujar Widi mengingatkan Maya yang berteriak kesal memanggil nama Arman. Maya mematung ditempatnya be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD