"Udah siap Dev?" Ucap Kezia dari dapur. "Gue gugup Key." "Sarapan dulu." Kezia meletakkan sepiring nasi dengan lauk masakannya di hadapan Devano, laki laki itu menatap Kezia dengan wajah penuh kekhawatiran. Kezia menghela nafasnya, sejak tadi malam Devano terus saja pesimis dan meneror Kezia dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang keluar dari mulutnya. "Dev. Liat gue." Ucap Kezia penuh penekanan. "Lo itu hebat, gue udah tau kemampuan lo main basket udah gak perlu di ragukan lagi. Jadi kenapa lo harus takut kaya gini?" "Key, kalau semua orang di tim gue punya kemampuan yang sama dengan gue, gue gak akan se-takut ini. Yang gue khawatirin itu anak-anak di tim gue. Mereka terlalu percaya sama gue sampai mereka gak yakin sama diri mereka sendiri." "Lawan kali ini benar-benar kuat Key, m

