Ica menghembuskan nafas nya dengan kasar saat mengingat kejadian malam itu. Kenapa Kezia tidak takut lagi pada nya? Bukan nya selama ini perempuan itu selalu menuruti apa yang Ica inginkan? Seharus nya Ica tidak mengamuk di depan orang banyak seperti kemarin, Ica sadar tidak semua orang tulus menyayangi diri nya meskipun di depan nya orang orang itu bertingkah seperti malaikat. Pasti ada saja yang merekam pertengkaran nya dengan Kezia dan menyebarkan nya ke sosial media. Karena bosan Ica memutuskan untuk menghidupkan televisi, mata nya membelalak saat ia melihat diri nya sedang memarahi Angel kemarin sedang menjadi pembicaraan hangat disana. "Tidak, kenapa ini bisa tersebar? Bukannya Chris sudah mengurus nya?!" Dering telepon Ica berbunyi dan menampil kan nama Chris -manajernya- disana

