DUA PULUH ENAM

1831 Words

James menatap jam dindingnya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan Kezia juga masih belum selesai membahas permasalahan perusahaan fashion yang dibangunnya di Paris dulu, tak jarang juga James mendengar teriakan dari mulut Kezia memarahi Ariella. Kezia memang orang yang lembut, namun bukan berati hal itu membuatnya jadi pribadi yang penuh pengampunan. Perempuan itu tidak akan segan-segan memarahi karyawannya dengan tegas jika mereka tidak dapat memenuhi keinginannya. "Kenapa harus Ica?" "Saat ini dia adalah salah satu model dan artis yang paling berpengaruh di Indonesia. Kalau dia masuk di peragaan busana kita, maka acara ini sudah pasti sukses." Jelas Ariella. Kezia tetap saja menggeleng tidak terima. Ia tidak sudi kalau perempuan kurang ajar itu mengenakan busana-busana yang tel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD