Bab 15 Status Baru

1005 Words
Hari berikutnya, hanya di hadiri keluarga dan teman terdekat Diego dan Sandra meresmikan hubungan mereka menjadi suami dan istri. Sandra masih tak percaya jika saat ini statusnya telah berubah,dia kira kelak akan menjadi istri dari Felix namun lagi lagi takdir Tuhan yang menentukan. Diego menggenggam erat tangan istrinya, Sandra menoleh kearahnya. Keduanya saling bertukar cincin, Diego memagut bibir istrinya di depan keluarga mereka. Seusai ciuman, mereka berpelukan dan tampaknya mereka begitu bahagia hari ini. Nyonya Lisna terharu melihat putri satu satunya menikah, diapun segera mengajak Daddy memberikan selamat pada anak dan menantunya. "Selamat nak atas pernikahan kalian? " ucap nyonya Lisna dengan tulus. "Terimakasih mommy. " balas Sandra sambil tersenyum singkat. Sean dan keluarga kecilnya datang, memberikan selamat untuk keduanya. Pria tampan itu juga memberikan ultimatum untuk adik iparnya, Diego hanya menanggapinya dengan raut datar. Setelah acara pernikahan selesai, mereka langsung pulang. Sopir yang mengantar sang pengantin kembali ke rumah mereka. Sepanjang perjalanan, Sandra terus bersandar di bahu sang suami. Sampai di sana keduanya langsung turun, Diego mengendong istrinya menuju ke kamar. Di dalam sana mereka melakukan penyatuan untuk kesekian kali, percintaan panas mereka kali ini terasa begitu sangat nikmat dan luar biasa. "Ugh. " Sandra memeluk tubuh suaminya, hujaman Diego begitu dalam hingga menyentuh titik terdalamnya. Pria itu melepaskan penyatuan, membalik posisi dengan gaya women on top lalu menggantinya dengan doggy style. Mereka terus berbagi kenikmatan, Diego menggenggam erat tangan istrinya. Hingga pada puncaknya, Sandra merasakan hangat pada rahimnya. Mereka mengatur nafas masing masing yang tersengal. "Kamu sangat mengagumkan sayang, tubuhmu canduku! Sandra tersenyum mendengarnya, wanita itu bersandar di d**a bidang suaminya. Dia menatap lekat wajah tampan pria yang telah memberikan kenikmatan itu. "Honey, aku memutuskan tidak akan meminum obat pencegah kehamilan. " ungkap Sandra dengan jujur. "Kau yakin hm? " "Yakin hubby, aku sudah siap jika dia nanti hadir dalam perutku. " gumam Sandra. Diego tentu saja senang, pria itu menciumi wajah istrinya berkali kali. Dering ponselnya membuat perhatiannya tersita, Sandra meraih ponselnya dan tertegun. Setelah melihat pesan masuk itu, raut wajahnya langsung berubah. Diego sendiri penasaran, dia mengusap pipi wanitanya. "Sayang ada apa, kenapa kamu hanya diam? " "Er Felix telah kembali, dia mengajakku bertemu hubby! Rahang Diego mengeras seketika, Sandra berusaha menenangkan suaminya yang menahan amarahnya. Wanita itu menciumi d**a sang suami, lalu memagut bibir Diego dengan mesra. "Please sayang, izinkan aku bertemu dia. Aku harus menyelesaikan masalah di antara kami sekaligus aku ingin meminta maaf padanya! Diego melepaskan pelukannya, raut wajahnya tampak datar. Sandra bangun dengan tegap, dia lalu naik ke pangkuan sang suami tanpa mempedulikan penampilan polosnya saat ini. "Aku tahu kau cemburu sayang, tapi ingatlah satu hal jika aku telah menjadi milikmu seutuhnya tidak hanya ragaku namun juga sebentar lagi jiwaku. " gumam Sandra membelai rahang kokoh sang suami. Pria itu seketika luluh, melahap rakus dua buah melon kesukaannya. Sandra mengusap kepala sang suami, membiarkan prianya menyusu padanya. Diego sendiri begitu posesif pada Sandra, istrinya wanita yang baru dia kenal namun membuatnya takut kehilangan. Diego menjauhkan wajahnya, sekali hentak pria itu berhasil menyatukan tubuh mereka kembali. Kini Sandra yang memimpin permainan, dengan segala kelihaiannya dia memberikan pelayanan maksimal untuk sang suami. Wanita itu tersenyum puas melihat suaminya terus mendesah akibat gerakan sensualnya. Setelah satu ronde berakhir, keduanya memutuskan membersihkan diri. Selesai berpakaian dan beres beres, mereka memilih ke luar dari kamar. Diego sendiri tampak segar dan raut wajahnya terlihat cerah setelah mendapat servis dari istri tercintanya yang begitu memuaskan. Diapun memberikan izin pada Sandra meski begitu dia besok yang akan mengantar wanitanya menemui sang mantan. "Cerah amat tuh muka. " sindir Sandra pada suaminya. "Iya dong, tadi aku baru dapat servis nikmat dari istri tercintaku. " ucapnya frontal yang mendapat tabokan dari Sandra sendiri. Keluarga kecil Sean dan Alicia datang berkunjung, Sandra langsung menyapa keponakan tampan dan cantiknya. "Sini aunty mau cium Lukas dan Lily. " ucapnya dengan riang. Wanita itu menciumi kedua bocah itu secara bergantian, Alicia tersenyum geli melihat tingkah iparnya. "Gih sono buat adonan supaya Lukas dan Lily punya teman main adik ipar. " cetus Sean yang justru mendapat pelototan dari Alicia. Pria itu hanya tersenyum tanpa dosa, Diego sendiri mendengus pelan. Diego mengajak Sean pergi ke ruangan kerjanya, membiarkan para wanita berbicara dengan leluasa. Sebelum pergi Sean sempat mencuri ciuman di bibir Alicia, Diego yang melihatnya langsung menarik sang kakak ipar pergi dari sana. Sandra tertawa terbahak bahak melihat kelakuan kakak laki lakinya yang super bucin. Wajah Alicia merona hebat, meski kesal dia sangat suka dengan ciuman suaminya. Dia menatap sebal adik ipar nya yang masih menertawainya. "Kak Sean semenjak sama kamu dia banyak berubah kak, dulu sebelum mengenal kamu dia pria yang dingin, irit bicara dan kaku. " ujar Sandra. Alicia setuju dengan pernyataan Sandra, mengingat bagaimana awal pernikahannya dengan Sean dulu. Ya Alicia akui di awal pernikahan, Sean begitu dingin dan datar padanya. Namun seiring sejalan nya waktu pria itu berubah sikapnya setelah keduanya menyatu hingga dia di nyatakan hamil si kembar Lukas dan Lily. Pria itu begitu posesif pada kedua anak mereka, terutama pada dirinya. "Lalu bagaimana dengan kamu dan Diego, San? " tanya Alicia penasaran. "Tahu sendirilah kak, kami pengantin baru tentu saja masih hangat hangatnya. " ucap Sandra sambil terkekeh. Alicia menggeleng, pelayan datang membawakan minuman dan camilan untuk mereka. Wanita itu berkonsultasi pada sang kakak mengenai kehamilan. "Kamu bisa hubungi dokter yang menangani kakak dulu San, konsultasi sama dia aja. " ujar Alicia memberikan pendapatnya yang di angguki Sandra. Mereka kembali mengobrol bersama, Sandra seringkali menjahili kedua keponakannya yang lucu lucu. Wanita itu meminta kakak iparnya untuk menginap di kediamannya ini, Alicia mengangguk setuju. Kedua wanita itu asyik membahas perihal suami masing masing. Gelak tawa mewarnai obrolan Sandra dan kakak iparnya. Wanita itu tentu saja sangat kompak dengan sang ipar. Keduanya saling berbagi keluh kesah satu sama lainnya. Usai kebobolan, mereka segera menemani Lukas dan Lily bermain di ruang tengah. Sore harinya, mereka semua berada di taman belakang. Sandra memutuskan mengadakan piknik kecil kecilan di sana. Dua keponakannya tampaknya sangat senang. Wanita itu tentu saja bahagia melihat kedua keponakannya bahagia. Tak jarang dia sering menjahili Lukas dan Lily.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD