Bab 8 Menjalankan Rencana

1018 Words
Hari berikutnya Angelica datang ke mansion megah milik Diego. Wanita seksi itu bertemu dengan sosok Sandra yang tengah bersantai di ruang Tengah. "Hey kau, berani beraninya kamu masuk ke mansion Diego? " pekik Angelica dengan suara menggelegar. Sandra terkejut dari lamunannya, diapun langsung bangkit dan menyambut tamu kurang ajar nya saat ini. "Aku Sandra Aulia, kekasih Diego. Memangnya kamu siapa, berani beraninya meneriakiku seperti tadi. " ketus Sandra dengan tangan terlipat di dadanya. Angelica tentu saja terkejut, perempuan itu tak percaya akan pengakuan Sandra barusan. "Kau bohong bukan? " "Hubungi Diego jika tidak percaya nona. " Sandra hanya diam memperhatikan gerak gerik wanita di hadapannya saat ini. Angelica langsung menghubungi Diego sambil marah marah, penjelasan Diego langsung membuatnya tak berkutik mengenai Sandra. Sandra menyemburkan tawa melihat sikap diam dari wanita yang tak dia kenal,dia mengabaikan tatapan tajam Angelica padanya. Angelica begitu marah setelah tahu jika Sandra bena benar kekasih Diego, dia tentu saja cemburu. Sandra memintanya untuk duduk, dia memanggil pelayan untuk membuat minuman untuk Angelica. Angelica sendiri masih belum percaya jika Sandra adalah rivalnya dalam merebut Diego. "Aku harus melakukan sesuatu untuk menyingkirkan Sandra! "Sebaiknya kau minum dulu nona, jangan marah marah nanti kecantikan kamu luntur lagi. " kekeh Sandra yang di tanggapi dengusan oleh Angelica. Wanita itu menuding Sandra menggoda Diego dengan segala cara, Sandra berusaha tak terpancing amarahnya. Angelica semakin marah melihat sikap santai Sandra yang tak terpancing dengan ucapannya. Dering ponsel Sandra membuat obrolan keduanya terhenti,dia tersenyum lebar melihat siapa yang menghubungi dirinya. Dia akan membuat Angelica kepanasan karena kemesraan nya dengan Diego. "Hai sayang, bukankah kamu lagi sibuk di kantor saat ini? " tanya Sandra dengan ucapan manisnya. Angelica yang mendengarnya merasa mual, ingin sekali dirinya menjambak rambut Sandra. "Angelica tidak menindas kamu 'kan baby? " Terdengar suara khawatir di ujung sana. "Tentu saja tidak, justru aku menjamunya sangat baik. " Sandra begitu manja pada Diego, Angel yang melihat kelakuannya merasa geram. Setelah berbicara dengan sang kekasih hati, dia langsung menutup sambungannya. Diapun bangkit, pergi ke kamarnya dengan buru buru. Tak lama Sandra kembali dan mengajak Angelica jalan jalan. Tentu saja wanita itu terus mengumpati kelakuan Sandra sepanjang jalan. Angelica POV Sialan, Sandra pasti sengaja mengajakku jalan jalan. Aku yakin dia memiliki rencana untuk mengerjaiku, sepertinya aku bisa melampiaskan kemarahan 'ku padanya. Berani beraninya dia merebut Diego dariku, wanita rendahan seperti dia tidak pantas untuk bersanding dengan Diego El Mayer. Sepertinya ini kesempatan yang bagus untukku menyingkirkan Sandra dari sisi Diego, sampai kapanpun aku tak rela jika dia bersamanya. Kini mereka pergi ke salon langganan Angel, keduanya langsung turun dan masuk ke dalam. Wanita itu membisikkan sesuatu pada salah satu petugas kemudian duduk di sebelah Sandra. "untuk kali ini aku masih bersabar menghadapimu namun tidak lain kali, sampai kapanpun aku tidak suka jika kamu merebut Diego dariku! Sandra tersenyum tipis mendengarnya, dia tak terlihat tersinggung atau cemburu dengan ucapan Angel barusan. Dua jam berlalu mereka baru ke luar dari salon, dia mengajak Angel untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Dengan senyuman liciknya, Sandra tengah merencanakan sesuatu pada Angelica. Tiba di pusat perbelanjaan, Angelica dan Sandra langsung turun dan masuk ke dalam. Wanita itu sepertinya sengaja ingin mempermalukan Sandra di depan umum. "Kau kira aku tidak tahu Fashion hm, haha. Kau benar benar bodoh nona Angelica? " Sandra tersenyum evil padanya, Angelica mengepalkan tangan mendengar ucapan Sandra barusan. Raut wajah gadis itu tersenyum sinis kearah Angelica yang tengah menahan amarahnya. Angelica tersenyum angkuh padanya, menghina Sandra dengan kata kata pedas mengenai asal asul gadis itu. Sandra sendiri tersenyum menyeringai, melihat kesombongan yang di tunjukkan Angel di depannya membuatnya muak. Merasa jengah Sandra membalasnya lalu meninggalkan pusat perbelanjaan, dia naik taksi menuju ke perusahaan Diego. Tiba di Mayer Corp, asisten Ari datang menyambutnya lalu mengantarkan Sandra ke ruangan Diego, lalu pergi dan membiarkan keduanya bicara. Diego sendiri cukup terkesima dengan penampilan Sandra yang cukup elegan dan gadis itu tampak sangat cantik. "Kemarilah baby! Sandra dengan malas mendekati kekasih kontraknya itu, selama perjanjian itu berlaku dia harus menurut dan tak membantah. Diego langsung menciumnya dengan brutal, gadis itu hampir kewalahan menghadapi ciuman Diego yang tampak berbeda. Dia memilih pasrah, mengalungkan kedua tangannya ke leher Diego, membalas ciuman pria itu dengan lembut. Hah "Sudah aku bilang jangan menciumku Diego! "Itu hakku menciummu atau tidak baby. " jawab Diego sambil mengerlingkan mata nakal. Sandra mendengus jengkel, dia hendak bangkit namun Diego tak membiarkannya beranjak dari pangkuannya. Pria itu memeluknya dengan erat, seolah tak membiarkan Sandra pergi dari pandangannya. Sandra mengatakan kegiatannya bersama Angelica dan pertengkarannya dengan wanita itu tadi pada Diego. Diego cukup kagum dengan keberanian dari Sandra yang di nilai luar biasa tangguhnya. Dia langsung turun dari pangkuannya dan memilih duduk di atas sofa tak jauh dari jaraknya dengan Diego. Diego membiarkannya, dia tak ingin menjadi pelampiasan kemarahan Sandra. Pria itu kembali fokus pada berkas laporannya, Sandra sendiri tengah berkirim pesan dengan kakak iparnya. From kakak Ipar Alicia Bagaimana kabar kamu di sana San, are you okey now? Me I am okey Sist! Don't worry about me my lovely sister, aku bisa jaga diri. From kakak ipar Alicia Aku kemarin berniat menyusulmu namun kakak laki lakimu itu begitu posesif padaku, kau tahu itu sungguh menyebalkan. Dia takut jika para pria tergoda sama aku, wanita anak dua ini. Me Haha, he is very possessive and jealous husband From Kakak ipar Alicia Yeah that right, okey take care and keponakan kamu merindukan kamu katanya. Me Sampaikan salamku pada Lukas dan Lily, kapan kapan aku akan pulang ke sana Sandra langsung menyimpan ponselnya ke dalam tas. Sejak tadi Diego memperhatikannya yang sedari senyum senyum sendiri hal itu membuatnya sangat curiga. "Who? " "Teman lama aku kenapa, kamu cemburu ya? " goda Sandra dengan senyum tengilnya. Diego tentu mengelak, Sandra tertawa lepas berhasil membuat Diego kesal karenanya. Gadis cantik itu terus menggoda kekasih kontraknya. Dia sama sekali tak berniat menjelaskan siapa yang mengirim pesan dengannya. Diego sendiri justru larut dalam pikirannya sendiri. Pria itu berpikir jika Sandra masih berhubungan dengan Felix, mantan kekasih Sandra. Tentu saja hal itu meradang dan uring uringan sendiri. Sandra menyipitkan mata, menatap lekat wajah Diego. Gadis itu tergelak, mengusap pipi pria yang memeluk dirinya saat ini. .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD