Ethan terbangun saat mendengar suara bising dari Diana —yang hanya memakai selimut mereka untuk menutupi tubuhnya dengan tangan kanan supaya tidak melorot dan tangan kiri tengah sibuk memungut pakaian yang wanita itu kenakan tadi malam. Ia mengucek matanya sebelum duduk, menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, membiarkan d**a telanjangnya terekspos. Ethan hanya diam memperhatikan gerak-gerik Diana. “Kau ingin membakar semua itu?” Diana melompat di tempat karena terkejut mendengar suara Ethan. “Sejak kapan kau bangun— Astaga. Tutupi tubuhmu, Ethan.” “Beberapa menit yang lalu,” jawab Ethan santai seraya menguap lebar. “Jadi ingin kau bakar?” “Apanya?” tanya Diana polos dengan wajah memerah. Sungguh posisinya ini sangat membuat ia canggung. Bagaimana tidak, mereka sudah melakukannya ta

