#27

1134 Words

#27 Acara kumpul bersama Aura dan Kirman di rumahku berjalan seru. Aura memegang kendali aktivitas. Dia membawa jenga dan membuat kami memasang taruhan, siapa pun yang kalah harus pasang post it di wajah dan nggak boleh lepas, kalau lepas kena jitak. Kepalaku dan Kirman sering kena jitak. Lagian siapa yang bisa konsen bermain jenga kalau di muka ada sepuluh post it menempel. Kami melalui malam itu penuh tawa. Nggak ada pembahasan mengenai Raffi dan Bu Herman. Barangkali kami telah sepakat tanpa terucap untuk jeda dari problematika di depan mata. Aku bersandar pada dinding kayu ruang sauna, menikmati uap panas dari batu panas dalam ruangan sempit ini menghangatkan badan. Fitness di saat jam kerja membuatku merasa bak anak sultan. Hanya segelintir member yang datang. Jumlahnya ku yakin ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD