#23

1046 Words

#23 "GUE DIBILANG PEREKNYA KIRMAN?" Aura melompat dari pangkuanku. Mukanya berubah ngeri campur menyesal. Kirman tersenyum kecut sambil membuang pandangan ke lantai. Kami terdiam sesaat, saling tenggelam dalam pemikiran masing-masing. Aura yang pertama memecah suasana dengan pernyataannya. "Raffi yang nyulut emosi Kirman. Please jangan marah sama Kirman." Aku berdiri, terlalu emosi untuk duduk anteng. Tanganku mengepal, ingin menonjok muka Raffi gembel itu detik ini juga. Kalau bisa, aku ingin bawa gergaji mesin dan memotong lidah berengseknya. Sayangnya, aku nggak punya gergaji mesin. Apa memakai alat catok sudah cukup melumpuhkan kemampuan silat lidah Raffi? "Gue pinjam catokan lo," kataku pada Kirman. "Buat apa?" Kirman dan Aura bertanya berbarengan. "Gue mau catok lidah Raff

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD