#60 “Ada apa?” aku menyambut kedatangan Aura dengan sebuah pertanyaan. Aura menggeleng. Dia melesat ke dapurku, membuka kulkas dan menarik satu botol air mineral dingin. Dia menegak habis isinya dalam satu kali usaha yang membuatku membelalak. “Lo baik-baik saja?” tanyaku cemas. “Gue nggak baik-baik saja. Gue menginap di sini. Boleh gue numpang mandi?” Aku mengangguk ragu. Heran sekali melihat tingkah Aura. Dia masuk ke kamarku menenteng satu koper yang membuatku kembali menganga. “Berapa lama lo mau menginap di sini?” tanyaku. Aura yang sedang membuka koper menjawab, “Mungkin seminggu. Bisa jadi lebih. Tergantung situasi. Kondisi mental gue nggak stabil dan gue butuh tempat untuk menenangkan diri tapi duit gue nggak ada. Rumah lo satu-satunya solusi. Jaraknya lumayan bikin berkerin

