#21 Aku nggak percaya ini! Bibirku mengerucut menatap kepadatan jalan melalui jendela. Setengah jam yang lalu, aku dan Altez kembali ke Jakarta. Waktu sudah menunjuk pukul delapan saat kami tiba. Mobil dan sopir Altez mengantar kami menuju kompleks Kemuning. Barang-barang belanjaan aku minta disimpan di apartemen Altez sementara. Pria itu jelas setuju dengan kilat nakal di matanya. Aku enggan membahas isi kepalanya sewaktu aku meminta hal itu. Yang aku permasalahkan ialah pakaian yang Altez beli untukku. Seusai mandi, Altez menyambutku dengan kaos putih dan celana pendek bahan lycra. Celananya masih bisa aku toleransi, tapi bajunya, oh Tuhan, aku nggak percaya Altez punya selera busana. Kaos itu putih dengan gambar dua burger di bagian d**a dan satu tulisan super besar, EAT US! Bisa

