#29

1158 Words

#29 “Siapa Raffi?” “Sejak kapan kamu di situ?” tanyaku ketakutan. Tolong, jangan bilang Altez sudah ada di dekatku sejak sepuluh menit yang lalu dan aku nggak sadar. Buruk sekali jika dia mendengar obrolanku bersama Kirman. Mungkin dia nggak mendengar suara Kirman, tapi bagaimana jika dia menebak obrolan kami melalui ucapanku. “Belum lama. Siapa Raffi?” Altez berdiri, lalu mengulurkan tangan yang aku jabat dengan ragu-ragu. Dia menarikku berdiri. Tinggi kami berbeda hampir lima belas senti sehingga aku harus mendongakkan kepala saat berada di dekatnya tanpa sepatu bersol tebal atau pun hak tinggi. “Hanya seseorang,” jawabku sambil membuang muka. “Seseorang yang membuat kamu menyesal telah membuang-buang waktu?” Aku menoleh dengan tatapan ngeri. Altez telah mendengar cukup banyak.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD