#58

1155 Words

#58 “Wah gila!” Aura berseru saat aku mengizinkannya masuk. “Lo datang sama siapa?” tanyaku lesu. “Sama Kirman lah. Dia lagi bantu Bu Siti menyiapkan minum dan camilan buat kami. Mata nyokap lo berbinar banget pas Kirman menawarkan bantuan.” Aku menyeringai miris. Ibu pasti menguatkan keinginannya menjodohkan aku dengan Kirman. Namun hari ini aku lemas dan hanya ingin berbaring seharian. Dua orang ini saja yang kegatalan ingin datang di malam hari. “Lo tumben nggak bersemangat. Sudah ketemu om gula, nggak terisi bahan bakar bahagia lo?” Aura bergabung denganku di atas ranjang. Aku menggeleng. “Gue cerita setelah Kirman datang,” kataku. Lima menit kemudian Kirman masuk ke kamar bersama satu nampan berisi jus dan sepiring gorengan. Aura menyambut gorengan dengan gembira. Kirman tampak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD