Emas batangan

1026 Words

Tumpukan emas batangan tersusun rapi di dalam lemari kaca. Jika tidak salah hitung, mungkin jumlahnya ada lima puluhan. Entah berapa berat semuanya jika ditotal. Tak hanya aku yang terkejut dibuatnya. Para anak-anak ibu, Ahmad dan kak Agung juga sama terkejutnya. Tak ada yang bergerak dari posisi masing-masing. Semuanya masih merasa kaget sekaligus takjub. "Ma-Mas, itu e-emas semua?" tanyaku, tergagap. Mas Harto tak menjawab. Ia hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dari mana ibu mendapatkan kekayaan yang seperti ini? Sedang selama ini, ibu terlihat begitu sederhana. Pakaian atau barang-barang pribadinya juga tidak begitu mewah. Apalagi makanannya sehari-hari, aku sampai tidak pernah melihat lauk pauk lain, selain ikan pindang. Cukup lama terdiam, akhirnya kami memberanikan masuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD