"Jujur saja aku tidak bisa membuktikannya dengan cara ilmiah karena itu akan mempertaruhkan martabatku, tapi, aku berharap ia ingat." "Sesungguhnya kamu beruntung, dari sekian wanita di dunia ini, mungkin hanya beberapa orang yang bisa diajak bicara dengan baik-baik seperti ini. Setelah perlakuan yang terjadi padamu dan suamiku, sejujurnya aku benci untuk membahas apapun denganmu Tapi ya demi kemaslahatan semua orang Aku rela menanggalkan ego," jawabku perlahan. "Aku juga harus mendapatkan hakku setelah apa yang didapatkan Mas Hamdan." "Jujur saja, aku ragu. Sudah dulu ya, aku harus melayani suami, dia terdengar sudah datang,"jawabku. "Lihatlah, kau beruntung dengan keistimewaan itu, kau bisa melayaninya dengan leluasa padahal dulunya kau hanya pelayan rumah itu." Maksud dirinya jelas

