77

940 Words

Pagi pun datang dengan nafas baru yang lebih menyegarkan, sinar matahari mulai menunjukkan warna keemasan dari balik cakrawala, membiarkan aku menikmati mereka sambil berdiri di taman bunga seraya menyirami tanaman-tanaman itu agar tumbuh dengan subur. Usai dengan urusan tanaman, aku masuk ke dalam rumah untuk melihat apakah ibu saima sudah bangun dan duduk di meja makan. Ternyata seperti biasa, beliau sudah bangun dan duduk dengan kopi di hadapannya. Melihat kedatanganku yang menghampiri wanita itu memberi pandangan yang seolah-olah menyimpan kemarahan. "Kau terlihat tenang." "Iya, Bu. Mengapa ibu berkata begitu?" "Setelah kekacauan terselubung semalam kau nampak sangat bahagia." "Apakah Haifa memberitahu ibu yang sebenarnya?" "Dia bilang bahwa Hamdan hanya memakaikan cincin untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD