“Arsa mau yang ini... terus mau yang ini juga!” “Ayo buka mulutnya,” tutur Arkan pada Arsa untuk membuka mulutnya lebar-lebar membiarkan sushi itu masuk ke dalam mulutnya. Ayu masih tak percaya, ia yang tadinya masih berada di ruangan Arkan sekarang telah berpindah ke sebuah restoran Jepang yang tak jauh dari perusahaan Arkan. Di depannya sekarang ada dua orang laki-laki berbeda usia, dimana yang lebih tua tengah sibuk menyuapkan yang lebih kecil. “Mama enggak makan?” tanya Arsa ketika Ayu hanya menatapinya dan Om Arkan. Arsa kan takut, kalo-kalo Mamanya ingin memakan mereka. Hihih.... Arkan yang mendengar itu ikut menatap ke arah Ayu yang belum juga menyentuh makanannya. “Udah saya bilang cari restoran biasa saja, makanan disini enggak kemakan sama lidah kamu,” sindir pria itu membuat

